SEJARAH JKG

Perawat Gigi adalah salah satu jenis tenaga kesehatan dalam kelompok keperawatan, yang dalam menjalankan tugas profesinya harus berdasarkan standar profesi. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Rl Nomor : 1035/MENKES/SK/1X/1998 tentang Perawat Gigi tertanggal 24 September 1998.

Perawat Gigi yang pada awalnya dihasilkan melalui pendidikan menengah pada Sekolah Pengatur Rawat Gigi dan merupakan suatu pendidikan kejuruan Perawatan Kesehatan Gigi, dengan dasar peserta didik sekurang-kurangnya dari lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLIP).

Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG) Surabaya didirikan pada tahun 1970 sesuai dengan S.K. Menteri Kesehatan No. : 26/B.V/Pend/70 Tanggal 13 Juni 1970. SPRG Surabaya adalah Sekolah Pengatur Rawat Gigi Departemen Kesehatan yang ke IV di Indonesia setelah Jakarta, Ujung Pandang dan Bandung pada waktu itu.

Sampai akhirnya pada angkatan ke XXVI dasar pendidikan Perawat Gigi harus berbasis D III, sehingga pada tahun 1995 Sekolah Pengatur Rawat Gigi di konversi ke Jenjang Pendidikan Tinggi dengan nama Akademi Kesehatan Gigi sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. : HK.00.06.1.1.3338 Tentang : Penuryukan Akademi Kesehatan Gigi Departemen Kesehatan Surabaya Provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan Program Diploma III Bidang Kesehatan Gigi Tanggal 28 September 1995.

Pada kenyataannya perjalanan pendidikan perawat gigi melalui AKG masih beriringan dengan SPRG yang hanya tinggal tiga angkatan. Seiring dengan pendidikan Akademi Kesehatan Gigi Surabaya, Sekolah Pengatur Rawat Gigi sudah mewisuda XXIX Angkatan. Sejak berdirinya pada tahun 1970 sampai dengan 1979 Sekolah Pengatur Rawat Gigi Surabaya menumpang di Gedung Sekolah Kesehatan Angkatan Laut (Sekesal) Surabaya di Jl. Gadung Wonocolo Surabaya yang berkampus di RSAL Surabaya.

Baru pada pertengahan tahun 1979 dapat menempati gedung sendiri di Jl. Pucang Jajar Selatan No. 24 Surabaya.

Akademi Kesehatan Gigi Surabaya sempat telah mewisuda VI angkatan, namun baik di Surabaya maupun ditempat-tempat yang lain AKG belum sempat melembaga dan tidak mungkin pernah melembaga. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 2001 kebijakan baru dari Departemen Kesehatan RI dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1207/MENKES/SK/XI/2001 Tentang : Pembentukan Politeknik Kesehatan Malang, Palangkaraya, Surabaya, Banda Aceh, Ambon, dan Ternate yang ditandatangani Menteri Kesehatan pada tanggal 12 Nopember 2001. Dengan keluarnya SK tersebut maka sekolah kedinasan dibawah Departemen Kesehatan di Surabaya sebanyak 13 institusi pendidikan bergabung menjadi Politeknik Kesehatan Surabaya. Dari ke-13 institusi yang bergabung ini menjadi 6 jurusan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>